Monday, November 4, 2024

Story About a Hero 💚

"A hero is an ordinary individual who finds the strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles..." 

"Seorang pahlawan adalah individu biasa yang dapat menemukan kekuatan untuk tetap teguh dan bertahan  meskipun ada begitu banyaknya rintangan...".

Semua dimulai ketika aku usai sangat belia, dan yang aku mulai ingat jelas mungkin sekitar usia SD, walalupun faktanya ternyata sudah jauh sebelum itu. Masih lekat diingatanku hari - hari ketika aku ketakutan, bingung, karena tidak bisa membantu apa - apa. Saking takutnya aku dulu (bahkan sampai sekarang), seringkali aku terbersit apa jangan - jangan ini waktunya ya. Kalau aku aja yang hanya lihat selalu panik dan ketakutan, apalagi yang merasakan...

Ini cerita tentang seorang wanita hebat, yang setiap harinya dalam diam berjuang bahkan hanya untuk menjalani hari yang bagi orang lain hanyalah hari normal. Hari yang pada umumnya akan dilalui orang dengan rasa segar saat bangun di waktu subuh (bahkan sebagian lainnya di sepertiga malam) setelah tidur malam yang panjang, tapi justru waktu tersebut bisa dibilang yang paling "horror" untuknya. Memulai hari dengan rasa sakit luar biasa di sekujur tubuh, rasa nyeri yang kadang tumpul kadang pula tajam, tak luput dari semua anggota tubuh bahkan ke sela-sela jari. Ia selalu iri katanya dengan yang bisa bangun di sepertiga malam atau bangun di waktu subuh daam keadaan "normal", sedangkan seringnya ia selalu kesulitan bahkan hanya untuk jalan mengambil wudhu. Banyak yang menikmati waktu subuhnya dengan khusyu' nya ibadah, tetapi seringnya ia hanya mampu duduk dalam shalat wajibnya itu, benar - benar kesakitan hingga tak mampu berdiri. Sudah sakit dirasa, sedih pula hatinya yang merasa hanya bisa ibadah sekadarnya. Kelak aku akan berusaha menjadi saksinya, bahwa yang dilakukannya sudah lebih dari luar biasa.

Masih hangat diingatanku, saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP ketika pertama mendengar diagnosa barunya oleh-oleh dari kunjungan ke klinik di Surabaya, "lupus" kata dokternya. Aku yang saat itu hanya mendengarnya bercerita kepada keluarga lainnya, hanya bisa terdiam menahan tangis hingga pecah pada kesunyian. Namanya saja sudah terdengar sangat tidak familiar, berusaha browsing seadanya dan waktu itu juga seram sekali penjelasannya. Penyakit pada umumnya setelah didiagnosa lebih mudah untuk mencari pengobatannya. Namun hingga saat ini sudah lebih dari 10 tahun lamanya, ternyata masih saja sama dirasa. 

Tulisan ini bukan aku buat untuk bercerita detail tentang penyakitnya, karena sampai saat ini pun tidak pernah terlalu spesifik jenisnya. Bukan juga untuk bercerita tentang trauma sekunder yang mungkin aku alami setelah ikut membersamainya selama ini. Tetapi untuk setidaknya pernah menuliskan sesuatu yang orang lain kira mungkin biasa, tetapi itu sebenarnya sebuah perjuangan luar biasa. Melewati hari - hari dengan rasa sakit, rasa nyeri yang hampir selalu ada, sudah melelahkan dan membuat frustasi pastinya. Belum lagi harus menghadapi lingkungan yang hampir semua "tidak tahu" karena ini bukan hal yang mudah diketahui masyarakat umumnya, bukan juga hal yang dapat diketahui dengan hanya melihat sepintas lalu. Saat bersosialisasi dengan keadaan yang paling mendingnya, kebanyakan akan bertanya- tanya, se sehat ini apa yang mungkin di rasa ? Banyak pula yang menasehati, mungkin dari pikirannya, mungkin kurang syukurnya, aku yang mendengarnya hanya bisa turut merasakan sedihnya.

Lalu apa yang membuatnya istimewa ? Melalui hampir setiap hari, hampir setiap saat, dengan rasa sakit dan nyeri yang tak pernah jelas apa pemicunya, yang berpindah - pindah tempat semau - maunya, sudah pasti membuat frustasi. Tetapi tidak pernah ada kata menyerah, masih berusaha berkegiatan bahkan tak kalah aktif dari mereka - mereka yang sehat sempurna. Aku yakin tidak semua orang bisa sekuat dan setegar dirinya jika memiliki konndisi yang sama, karena mejalani kegiatan yang biasa saja bagi kita seringnya adalah perjuangan baginya. Sudah berapa kali, aku ikut duduk di ambulance, ikut duduk di ruang igd, di ruang opname, jenuh dan traumatis bahkan hanya bagi aku yang kadang kala menemaninya. Herannya itu tidak baginya, setiap minggunya selalu rajin periksa dan menunggu obatnya, meskipun segenggam obat setiap hari hanya bisa memabntu seadanya, tak pernah sama sekali menyembuhkannya.

Autoimun katanya, ia harus hidup berdampingan dengan penyakit itu selamanya. Soal doa tak usah ditanya, bahkan aku dimanapun tempatnya, kadang kala lupa meminta untukku, kesembuhannya selalu jadi cita - cita, apalagi bagi dirinya. Mungkin sudah 20 tahun lebih totalnya, menjalani hari penuh nyeri tak jarang diiringi air mata. Tetapi herannya ia tetap menjadi sosok ibu, istri dan anak yang luar biasa. Menjalani perannya hari demi hari, masih penuh dengan kepedulian dan empati untuk sekitarnya, Tak banyak yang tau, meski sering ia berusaha menjelaskannya. Aku tau dia sering merasa sendirian dan tak dimengerti, oleh karena itu pula aku tulis ini...

Mah, aku yang akan jadi saksi bahwa mamah luar biasa, yang sehat saja belum tentu bisa, tetapi terimakasih mamah masih bertahan dengan begitu anggunnya. Aku tau tidak mudah dan tidak semua orang bisa, tetapi mamah selalu dan masih tetap semangat menjalani hari saja, itu sudah cukup rasanya Banyak kegiatan yang mungkin terhalang, pekerjaan yang mungkin menumpuk, tapi itu tidak apa -apa, mamah sudah berusaha dengan luar biasa, lebih dari hanya semampunya. Kalau banyak orang yang tidak tau, atau tidak mampu mengapresiasinya, akan aku wakilkan dengan kekegumanku dari dulu hingga nanti yang tidak akan ada habisnya. Ibunya orang - orang saja sudah luar biasa bagi mereka apa adanya, apalagi ibuku yang hidup penuh perjuangan dan masih tetap bisa luar biasa.

Maafkan kami dengan segala kurang lebihnya, yang belum bisa maksimal dalam mendampingi, menyemangati maupun mendoakan. Semoga setiap detiknya bagimu adalah pengampunan dan semua yang menjadi keterbasan akan Allah maklumkan. Semoga akan tetap tiba waktunya "obat" itu tiba dan semakin mendekat kedatangannya. Semoga selama penantian itu tetap Allah kuatkan hati, jiwa dan raga dalam melalui semua rasa sakitnya. Semoga setiap air mata yang jatuh saat merintih akan menjadi saksi yang mempermudah ke surgaNya. We love you, our hero 💚

No comments:

Post a Comment