Sunday, April 13, 2025

Masa Kecil dan Remajaku yang "KAYA"

 Haaaiiiiii2, random banget tiba-tiba pingin nulis tentang ini wkwkwk berawal dari beberapa bulan lalu sebenernya ketika buka-buka galeri lalu liat ada folder foto lama dari waktu jaman smp-sma dan kok rasanya seneeengg yaaa, kayak baru ngeh wah masa kecil dan masa remajaku itu amat sangat BEWARNA yaaa 😂 sama sekali nggak flat, ada banget drama-dramanya, walaupun waktu kuliah udah lebih aman tapi sedikit banyak ya tetep ada. Makanya tulisan kali ini aku kasi judul Masa Kecil dan Remajaku yang "KAYA" maksudku karena pengalaman dan kenangan yang dulu kita anggap biasa aja bahkan mungkin menyusahkan itu ketika dikenang ternyata sesuatu banget !!!

Kalau masa kecil usia yang paling kecil yang bisa aku inget itu mulai paud-tk yaa, waktu kecil aku tipe anak yang memang pemberani, cenderung nakal dan dominan. Positifnya aku jadi sama sekali tidak ada pengalaman dibully, negatifnya justru aku pernah jadi pembully sekitar usia sd kelas 1-2 gitu kayak narikin kerudung temen dan ngejek2, maaf ya teman-teman, masih kecil gak bisa dijadikan alasan, yang aku msh bisa kontak aku udah minta maaf, yang udah lost kontak aku cuma bisa doain aja 💖 Waktu TK aku cuma asik main aja, karena aku ga suka pelajaran TK yang mostly mengasah motorik halus (pantes sampe sekarang masih jelek), jadi aku dominan di motorik kasar kerjaannya lari-lari dan manjat-manjat (kayak gitu heran anaknya superaktif nurun siapa wkwkwk). Punya 1 bestie aja, karena rumah kita deketan jadi berangkat pulang berdua jalan kaki (TKnya deket dari rumah). Walaupun kita pernah sekelas cuma waktu TK aja tapi sempet kontakan lagi waktu SMP, sekarang udah enggak sih, cuma happy banget sekarang dia udah berkeluarga juga dan sukses jadi MUA 😍

Lalu masuk ke SD, aku suka banget pelajaran di SD wkwk padahal di TK kayaknya hampir gak naik, tapi masuk SD malah enjoy. Pertama kali masuk kelas 1 SD aku bingung banget karena temen-temen yang lain rata-rata sudah saling kenal karena dari TK yang sama, untungnya waktu itu aku punya 1 temen yang langung kenalan karena mama dia sm mamaku saling kenal, jadi kita kayak langsung dikenalin gitu wkwkw akhirnya jadi bestie sama dia cuma sampe sekitar kelas 2 an aja kayaknya, karena kita sama-sama dominan jadi tidak bisa bersatu terlalu lama 😅 Dari jaman aku SD geng-geng an itu ya emang udah ada ya, kita bertemen sama semua tapi kan pasti ada temen yang lebih deket dari temen lainnya . 

Public speakingku cukup terlatih sejak SD, nggak takut biacara di depan umum, gatau bermula darimana tapi sering banget bicara di depan, kalau upacara selalu jadi MC / petugas yang lain, ikut lomba speech sana sini (tapi gak pernah menang hiks wkwkwkw), Alhamdulillah ini hal positif yang akhirnya kebawa sampe sekarang. Masa SD ku amat sangat berkesan, rasanya hampir inget semuanya, dan seru banget kalo di inget. Dan balik lagi ke per bestie an waktu kelas 4-6 aku punya 2 bestie yang kemana-mana selalu bertiga. Mungkin ini cuma seru diingetanku aja sepertinya, karena kayaknya saat itu aku juga terlalu dominan dan mungkin manipulatif, maaf ya bestieee dulu aku masih gapaham, tapi aku sayangnya beneran kok 💖 Kalau guru aku juga hampir semua masih inget banget, tetapi ada 1 yang selalu di hati yaitu wali kelasku saat kelas 4-6, sehat dan bahagia selalu ya buuu, supportnya full banget dan masih bikin hati hangat kalau inget. 

Lalu waktu SMP aku masih di sekolah yang sama dengan temen-temen yang hampir semua sama kayak waktu di SD. Cuma per bestie an sudah mulai berubah, circlenya jadi agak membesar. Tetapi aku masih konsisten sering semaunya sendiri di sekolah, kadang heran napa sih aku dulu ??? tapi ke random an itu dikerjain bareng sama temen-temen dan gak yang membahayakan kok😅 Di SMP ini juga gak kalah seru dan drama2nya udah mulai upgrade ya dari drama bocil ke drama remaja wkwkw tapi aku ga akan bahas lanjut soal ini karena sepertinya masih cukup sensi dan berimbas sampe sekarang deh wkwkwk. Memang akunya juga problematik sih kadang, jadi gak berakhir nyalahin siapa-siapa juga, tau diri kok aku untungnya. Oh iya waktu SMP ini aku juga diakhir dapet juga bestie yang beneran bestie bahkan sampe kuliah, orangnya aneh dan keras kepala, tetapi di era guncangan drama masa SMP ku yang bikin aku jadi sering sendirian, eh dia ada malah ada dong, walaupun sekarang sudah ilang tapi tetep maaci ya best jasamu takkan ku lupa!

Kalau SMA sih sebenernya aku udah gak se nakal waktu SD-SMP yaaa, sama temen juga malah ga ada drama sama sekali dong ??? malah baru ngeh pas nulis ini wkwkw cuma ada bestie aja yang sampe sekarang masih sering komunikasi ber 4 walau gak intens, tapi cukup banget buat masa SMA ku jadi gak cupu-cupu amat. Nakalnya waktu SMA cuma sebatas bolos waktu jam pelajaran aja, kayak ke kantin atau perpus, atau sekedar jalan-jalan aja. Kenapa kabur ? ga suka gurunya, tapi parah sih gurunya, menurut aku yang sekarang pun, tindakanku dulu udah bener banget Waktu SMA memilih menjadi sangat tidak aktif dalam hal organisasi / lomba-lomba (walaupun bbrp kali ttp ikut juga), karena ngerasa mumpung udah dilingkungan baru jadi mau re-branding pribadi yang baru karena sudah cukup lelah aktif di SD-SMP. Belajar juga gak ambis, santai aja gak pernah ikut les juga karena emang aku tipe yang kalau belajar gak bisa lama, jadi ga sanggup kalau harus les lagi.

Di masa SMAku yang cukup damai, ditutup dengan drama yang cukup membekas dalam hidup wkwkwk tapi gamau bahas disini juga karena nanti bisa jadi 1 novel, karena memang ceritanya cukup menarik dan dramatis untuk di novelkan sih sebenernya wkwkwk. Tapi baru ngeh, di akhir masa SMP dan SMA ku sama-sama ditutup dengan drama besar ya ternyata, apakah aku sendiri yang suka mengahiri dengan masalah (???) udah dulu ya gaes mau lanjut sampe ke kuliah tapi sekarang aku lebih cepet bosenan jadi aku lanjut next aja yaaa.......

Monday, November 4, 2024

Story About a Hero 💚

"A hero is an ordinary individual who finds the strength to persevere and endure in spite of overwhelming obstacles..." 

"Seorang pahlawan adalah individu biasa yang dapat menemukan kekuatan untuk tetap teguh dan bertahan  meskipun ada begitu banyaknya rintangan...".

Semua dimulai ketika aku usai sangat belia, dan yang aku mulai ingat jelas mungkin sekitar usia SD, walalupun faktanya ternyata sudah jauh sebelum itu. Masih lekat diingatanku hari - hari ketika aku ketakutan, bingung, karena tidak bisa membantu apa - apa. Saking takutnya aku dulu (bahkan sampai sekarang), seringkali aku terbersit apa jangan - jangan ini waktunya ya. Kalau aku aja yang hanya lihat selalu panik dan ketakutan, apalagi yang merasakan...

Ini cerita tentang seorang wanita hebat, yang setiap harinya dalam diam berjuang bahkan hanya untuk menjalani hari yang bagi orang lain hanyalah hari normal. Hari yang pada umumnya akan dilalui orang dengan rasa segar saat bangun di waktu subuh (bahkan sebagian lainnya di sepertiga malam) setelah tidur malam yang panjang, tapi justru waktu tersebut bisa dibilang yang paling "horror" untuknya. Memulai hari dengan rasa sakit luar biasa di sekujur tubuh, rasa nyeri yang kadang tumpul kadang pula tajam, tak luput dari semua anggota tubuh bahkan ke sela-sela jari. Ia selalu iri katanya dengan yang bisa bangun di sepertiga malam atau bangun di waktu subuh daam keadaan "normal", sedangkan seringnya ia selalu kesulitan bahkan hanya untuk jalan mengambil wudhu. Banyak yang menikmati waktu subuhnya dengan khusyu' nya ibadah, tetapi seringnya ia hanya mampu duduk dalam shalat wajibnya itu, benar - benar kesakitan hingga tak mampu berdiri. Sudah sakit dirasa, sedih pula hatinya yang merasa hanya bisa ibadah sekadarnya. Kelak aku akan berusaha menjadi saksinya, bahwa yang dilakukannya sudah lebih dari luar biasa.

Masih hangat diingatanku, saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP ketika pertama mendengar diagnosa barunya oleh-oleh dari kunjungan ke klinik di Surabaya, "lupus" kata dokternya. Aku yang saat itu hanya mendengarnya bercerita kepada keluarga lainnya, hanya bisa terdiam menahan tangis hingga pecah pada kesunyian. Namanya saja sudah terdengar sangat tidak familiar, berusaha browsing seadanya dan waktu itu juga seram sekali penjelasannya. Penyakit pada umumnya setelah didiagnosa lebih mudah untuk mencari pengobatannya. Namun hingga saat ini sudah lebih dari 10 tahun lamanya, ternyata masih saja sama dirasa. 

Tulisan ini bukan aku buat untuk bercerita detail tentang penyakitnya, karena sampai saat ini pun tidak pernah terlalu spesifik jenisnya. Bukan juga untuk bercerita tentang trauma sekunder yang mungkin aku alami setelah ikut membersamainya selama ini. Tetapi untuk setidaknya pernah menuliskan sesuatu yang orang lain kira mungkin biasa, tetapi itu sebenarnya sebuah perjuangan luar biasa. Melewati hari - hari dengan rasa sakit, rasa nyeri yang hampir selalu ada, sudah melelahkan dan membuat frustasi pastinya. Belum lagi harus menghadapi lingkungan yang hampir semua "tidak tahu" karena ini bukan hal yang mudah diketahui masyarakat umumnya, bukan juga hal yang dapat diketahui dengan hanya melihat sepintas lalu. Saat bersosialisasi dengan keadaan yang paling mendingnya, kebanyakan akan bertanya- tanya, se sehat ini apa yang mungkin di rasa ? Banyak pula yang menasehati, mungkin dari pikirannya, mungkin kurang syukurnya, aku yang mendengarnya hanya bisa turut merasakan sedihnya.

Lalu apa yang membuatnya istimewa ? Melalui hampir setiap hari, hampir setiap saat, dengan rasa sakit dan nyeri yang tak pernah jelas apa pemicunya, yang berpindah - pindah tempat semau - maunya, sudah pasti membuat frustasi. Tetapi tidak pernah ada kata menyerah, masih berusaha berkegiatan bahkan tak kalah aktif dari mereka - mereka yang sehat sempurna. Aku yakin tidak semua orang bisa sekuat dan setegar dirinya jika memiliki konndisi yang sama, karena mejalani kegiatan yang biasa saja bagi kita seringnya adalah perjuangan baginya. Sudah berapa kali, aku ikut duduk di ambulance, ikut duduk di ruang igd, di ruang opname, jenuh dan traumatis bahkan hanya bagi aku yang kadang kala menemaninya. Herannya itu tidak baginya, setiap minggunya selalu rajin periksa dan menunggu obatnya, meskipun segenggam obat setiap hari hanya bisa memabntu seadanya, tak pernah sama sekali menyembuhkannya.

Autoimun katanya, ia harus hidup berdampingan dengan penyakit itu selamanya. Soal doa tak usah ditanya, bahkan aku dimanapun tempatnya, kadang kala lupa meminta untukku, kesembuhannya selalu jadi cita - cita, apalagi bagi dirinya. Mungkin sudah 20 tahun lebih totalnya, menjalani hari penuh nyeri tak jarang diiringi air mata. Tetapi herannya ia tetap menjadi sosok ibu, istri dan anak yang luar biasa. Menjalani perannya hari demi hari, masih penuh dengan kepedulian dan empati untuk sekitarnya, Tak banyak yang tau, meski sering ia berusaha menjelaskannya. Aku tau dia sering merasa sendirian dan tak dimengerti, oleh karena itu pula aku tulis ini...

Mah, aku yang akan jadi saksi bahwa mamah luar biasa, yang sehat saja belum tentu bisa, tetapi terimakasih mamah masih bertahan dengan begitu anggunnya. Aku tau tidak mudah dan tidak semua orang bisa, tetapi mamah selalu dan masih tetap semangat menjalani hari saja, itu sudah cukup rasanya Banyak kegiatan yang mungkin terhalang, pekerjaan yang mungkin menumpuk, tapi itu tidak apa -apa, mamah sudah berusaha dengan luar biasa, lebih dari hanya semampunya. Kalau banyak orang yang tidak tau, atau tidak mampu mengapresiasinya, akan aku wakilkan dengan kekegumanku dari dulu hingga nanti yang tidak akan ada habisnya. Ibunya orang - orang saja sudah luar biasa bagi mereka apa adanya, apalagi ibuku yang hidup penuh perjuangan dan masih tetap bisa luar biasa.

Maafkan kami dengan segala kurang lebihnya, yang belum bisa maksimal dalam mendampingi, menyemangati maupun mendoakan. Semoga setiap detiknya bagimu adalah pengampunan dan semua yang menjadi keterbasan akan Allah maklumkan. Semoga akan tetap tiba waktunya "obat" itu tiba dan semakin mendekat kedatangannya. Semoga selama penantian itu tetap Allah kuatkan hati, jiwa dan raga dalam melalui semua rasa sakitnya. Semoga setiap air mata yang jatuh saat merintih akan menjadi saksi yang mempermudah ke surgaNya. We love you, our hero 💚

Wednesday, February 21, 2024

Working mom ? Stay at home mom ?

Haaaaiiii2 haloooooooooooo...yang banyak o nya karena udah super kangen banget nulis blog yang super random seperti biasaa 🥲 kenapa udah lama gak nuliiiss ? Karena rasanya kayak udah males gitu luangin waktu, padahal kadang² banyak yang pengen ditulis..kadang² lagi pengen nulis, tapi rasanya kayak gak ada yang terlalu spesial buat bisa ditulis..

Tetapi setelah sekian lama, akhirnya memutuskan untuk nulis juga sekarang..buat bukan kalian yaaa, nulis itu rasanya asik dan lega buat aku sendiri, tapi tetap di sharing aja siapa tau ada walau sedikit manfaat yang bisa didapet orang lain ❤️

Topik kali ini apasiiihhh ?? Aku mau cerita tentang hal yang paling mind blowing dalam hidupku, game changer (maap alay), pokoknya sesuatu yang aku masih ter heran² sampe sekarang 😱😱

Jadi gini gaes, aku kasi pendahuluan dulu..jadi gini, dari dulu itu nggak selalu punya cita² yang tetap gitu, jadi ganti² seiring berjalannnya usia..waktu sd pengen jadi guru, eh nyadar ga ada passion terus smp pengen jadi dokter, eh nyadar sekolah kedokteran susah mahal dan lama kuliahnya terus gajadi juga..sampai akhirnya randomly pilih kuliah farmasi padahal gak paham² amat kayak apa jurusannya, cuma karena keliatan keren aja dan masih jarang di lingkunganku..sempet pengen psikologi juga, tapi gamau karena udah banyak yang kuliah itu, terus masuknya gak susah (akibat sombong yaa 🤣), jadi kayak takut pasaran gituu, padahal sekarang nyesel kenapa ga ambil psikologi karena aku lebih suka sepertinya dan ga se susah farmasi 🥲 tapi ya begitulaahhh..

Sampe akhirnya aku kuliah farmasi yang super sulit dan sibuk, sambat² terus, kadang sok²an berpikir apa gak usah dilanjut aja..padahal ternyata pas lulus juga kangen banget mikir dan sibuk kuliah, dan baru sadar kalo bahagia banget dulu 🥺 nah, terus yang jadi persoalan yaa..aku dari mulai sma gitu sampe saat kuliah juga gitu udah berpikir bahwa nanti aku kalau menikah dan punya anak aku akan jadi ibu rumah tangga aja..jadi aku kuliah cuma ya buat cari ilmu nya aja, atau mungkin suatu saat bisa kerja kalau anak² sudah pada besar..aku selalu pengen jadi ibu rumah tangga aja, gak kerja, dan ngerawat plus mendidik anak sendiri full time..duh dibayanganku tu asyiiikk banget, dr kuliah dan belum ada calon pun aku suka baca buku parenting, banyaakk bangett, karena pengen bisa mendidik anak semaksimal mungkin, biar jadi anak yang hebat alim pinter, top pokoknyaa..aku merasa dengan banyak belajar, aku nanti pasti jadi lebih mudah merawat dan mendidik anak, jadi bisa maksimal bangeett..dan akhirnya aku Alhamdulillah menikah sebelum lulus kuliah, tapi akhirnya tetep lulus kok dan pas banget hamil setelah lulus..

Happy banget bayangin anak lucu, bisa sibuk se hari2 ngurusin dan ngajarin anak..bayangannya anak tu bisa kita ajarin sesuai maunya kita gitu, sesuai value, dan outputnya bakalan sesuai..jadi gitu bayanganku dulu, mungkin karena jaman dulu tu juga belum banyak artikel² ttg psikologi, tentang kepribadian, jadi bahkan kita aja bisa gak terlalu kenal dan memahami diri sendiri..

Sampe akhirnya aku punya anak, dan nah lhooo, bingung sendiri ketika semua tidak sesuai ekspektasi 🤣 bukan ga seneng punya anak yaa, seneng lah pasti, tapi lebih banyak kagetnya jugaa..kayak haaaahh, ternyataaa, anak ini udah ada sifat bawaan masing² looohh dan kita bener2 cuma bisa sebatas "mengarahkan" ajaa, yang mana sebagai seorang yang perfeksionis dan bnyak ekspektasi, rasanya melelahkaaann banget buat aku, menguras energii banget, dan rasanya aku kayak kehilangan diriku sendirii..

Sering banget burnout ternyata, karena sebagai seorang introvert akupun sangat kewalahan harus full time interaksi dengan anak yang adalah juga manusia 🤣 dulu aku mana ngeh gitu kan, padahal tau dari dulu ga gitu suka interaksi sama orang, tapi sok iye banget yakin mau jadi full time mom, berasa dulu dibayanganku anak itu kayak projek aja gitu jadi asik dan memuaskan kalo bisa dibikin hebat 🤣🥲 akhirnya abis punya anak, baru sadar deh, wah ini gabisa nih kayaknya kalo aku cuma gini ajaa..aku jenuh, ngerasa ada yang kurang, ngerasa gak enjoy jadi ibu rumah tangga aja, ngerasa gak ada waktu dan kehilangan diri sendiri..tetapi lagi² aku gak terlalu sadar apa mauku, dan masih terkungkung dengan stigma masyarakat bahwa ibu yang terbaik itu ya yang handle, ngerawat dan didik anaknya sendiri..makin dia bisa handle sendiri tanpa bantuan orang, makin dianggap hebat..tapi lambat laun dan dengan banyak proses ya pastinya, aku jadi sadar aku banyak gak tau tentang diriku sendiri ternyata yaa..

Dan aku bnyak menjalankan hal yang tanpa sadar, tetap kupaksakan walau gak nyaman cuma karena berusaha menjadi "pada umumnya"..terus mulai deh berani bikin mimpi lagi, nanti kalau anak² udah agak besar, pengen ya kuliah S2, terus jadi dosen (karena aku emg gak/belum pengen kerja di apotek/industri ya)..tapi kapaaann ?? Kapan anak2 cukup besar sampe aku sanggup untuk ninggal kuliah ?? Kenapa rasanya kok gak besar² anaknya, waktu kok kerasa lama bangeett ?? Aku ngerasa jadi full time mom akhirnya cuma fase yang aku harap segera berlalu, jadi aku bisa ke fase selanjutnyaa..mulai sadar kalau aku butuh kegiatan yang ada pencapaian diluar peranku sebagai IRT, yang bisa bikin aku less burnout dan gak jadiin anak sebagai objek pencapaianku yang takutnya berujung menyusahkan aku dan anak² aja..

Kadang takut bermimpi atau mulai melangkah, karena takut juga mengganggu peran utamaku, takut kalau ternyata gak sesuai ekspektasi..dan kadang juga takut dianggap gak bersyukur, udah punya anak dan suami yang baik sehat, kenapa sih masih cari kegiatan yang lain ?? Tapi Alhamdulillahnya dikaruniai suami yang super duper baik, bisa diajak diskusi dan mau iya in apa aja mau ku 🤣  

Dari cuma awal ngobrol² random pengen usaha ini itu, bikin² rencana dulu, survei², belajar²..baru dalam proses pencarian dan perencanaan aja udah happy banget rasanya kayak ya ada kegiatan baru, yang harapannya juga bisa bwa manfaat gituu..sampe akhirnya terealisasi bikin usaha playground all in one place, dengan ya perencanaan sekitar 2 bulan, trs langsung gaass eksekusi..setelah jalanin baru ngerti, ternyata working mom itu bukan selalu karena utk support finansial keluarga aja, apalg yg sebenernya sdh berkecukupan, ternyata ya mereka butuh itu utk diri mereka sendiri..terus terang utk bisa full time kerja atau kulaih gt dengan usia anak² sekarang aku blm mampu yaa, tapi kalau ada org yang bisa dan mau, so what ?? 

Menurutku itu gak bikin mereka jadi ortu yg egois kok, karena anak bahagia krn ibu bahagia itu sangat bener adanya sih..trs kalo ada full time mom dibilang kurang berdaya, seriously ??? Ga ada kerjaan yg lebih susah dari mengurus makhluk² kecil nan imut dan ribut yang sangat amat dinamis dan unpredictable 🤣 jadi intinya, semua itu sah² ajaaa, daann laiiiinn² kebutuhan juga keinginan tiap individu dan dalam hal ini tentu ibu²..banyak juga yang happy jadi full time mom, resign kerja demi itu, so what ? As long as they are happy..aku selama ini memang gak prnh nge judge ibu² lain, oh ini gini gitu, karena setelah merasakan jd ibu, ya semua ibu itu roaarrrbiasaa menurut aku..paling kadang aku yg menjudge diri sendiri berasa kurang ini itu pun, masih dalam batas wajar aja dan tetep aku iringi dengan apresiasi biar tetep waraaass wkwkwk

Jadi intinya aku kayak seiring berjalannya waktu itu jadi lebih ngerasa, oh ternyata banyak yang gak aku tau juga ya ttg aku..dan tau juga bahwa orang itu gak selalu samaa, tapi biasanya juga gak jauh bedaa..aku juga jadi pengen banget buat belajar banyak hal lagi, terlalu banyak malah sebenernyaa..aku pengen aku tetep aku diluar peranku sebagai ibu..aku yang punya hobby, punya pencapaian, punya waktu utk diri sendiri..

Karena rasanya jujur di taun² awal jadi ibu, ngerasa kok gini ya ternyataa..aku kok gak kebagian apa2 buat aku sendiri, waktuku kok habis utk jadi ibu rmh tangga aja, trs aku bisa apalagi ? Bersyukur banget dikelilingi support sistem yg luar biasa jugaa, krn tanpa mereka aku yang introvert ini mah bisa apaa 😅 

Mungkin sekian dulu ke random an curhatanku kali ini yaaa..next aku lanjut cerita ttg apa dan kenapa wetime akhirnya ?? 


-KUA-

Monday, February 18, 2019

ESCAPE !


Assalamu’alaikuumm..
Yeay, akhirnya bisa meluangkan waktu (dan mengumpulkan mood) untuk duduk dan nulis lagi. Harusnya lebih spesifik sih, bisa duduk dan nulis yang bukan skripsi hahaha. Makanya ku namai escape, maksudnya dari skripsi, karena akhir-akhir ini masih disibukkan dengan skripsi things, yang walaupun kadang memeras otak dan makan banyak waktu, seru sih aslinya sebenernyaa (plis, jangan di bully karena bilang skripsi-an itu seru). Tapi asli emang seru banget, jadi di satu sisi aku semangat banget ngerjain karena biar cepet selesai, di lain sisi ya karena emang asyik dan seneng aja gitu, kadang kepikir apakah bakal kangen skripsian ya kalo dah kelar (lebay!).
Okaayy..emangnya kenapa sih kalo lama gak nulis, sebenernya kenapa sih harus banget “nulis” rim ? gatau juga yaa, yang pasti aku emang dari dulu suka nulis, hingga aku sampai saat ini punya 3 buka diary (awal nulis kelas 2 SD until now). Ya karena menulis itu baik, untuk diri kita sendiri aja itu udah baik dulu, bisa mengurangi beban dan suatu hiburan, apalgi kalo yang ditulis itu ada hal-hal yang bisa juga bermanfaat untuk orang lain, bakal jauh lebih berharga tulisan itu. Well, sebenernya ada banyak sih yang pengen aku bahas, tapi satu topik dulu cukup kali ya sebagai pemanasan setelah lama tidak nulis sesuatu yang bermutu hehe. Hmmm, topik kali ini aku kasi judul “New Life”.
Cieee new lifee, kiiw, kiiiww..yups, aku baru saja memasuki “The Entire New Life”, dan sebenernya banyak banyak sih nanya, “pesan dan kesannya gimana?”, terutama yang belum ngalamin sih yang banyak nanya gitu hahah, makanya aku tulis dikit biar ada gambaran because sharing is caring ! Rumah baru, lingkungan baru, keluarga baru, menu makan baru (ini juga penting), jadwal makan baru, dan banyak hal baru-baru lain yang banyak banget. Menyenangkan ? So pastiii !! Memang butuh waktu dan manajemen diri buat bisa menikmati hal-hal baru, karena memang pada dasarnya ada bagian dalam kita yang umumnya, lebih pilih ada di zona nyaman dari pada nyoba sesuatu yang baru.
Setelah menikah, hal yang paling berubah adalah...tidak lagi sendiri wkwkw. Bagi kalian para penikmat kesendirian, yang me time nya biasanya jauh lebih banyak dari gathering time with others nyaa, siap-siap aja masuk ke dunia lain..Yang biasanya serba mandiri kayak wonder woman, apa-apa diputusin sendiri, dipikir sendiri dan dijalanin sendiri, siap-siap buat mutar otak untuk berargumentasi wkwkw. Sebelum nikah bisa dibilang aku apa-apa ngurus sendiri sih, dan memutuskan apa-apa sendiri (kecuali milih baju, tetp mamah semua yang milihin, krn aku ga paham, love ). Bayanganku, setelah menikah nanti pasti ribet banget karena sang suami belum tentu setuju dan iya-iya aja, padahal kan aku sedikit ngeyel dan kekeuh orangnya. Tetapi ternyata faktanya, tidak seburuk itu kok, malah sering banget itu malah jadi bahan candaan yang natural dan bikin ngakak karena eyel-eyel an berfaedah. Ternyata mendapatkan saran dari orang lain, dan berdiskusi untuk memutuskan sesuatu untuk diri kita itu tidak selalu buruk, bahkan banyak manfaat karena ada sudut pandang lain. Jadi jangan takut menikah cuma karena biasa sendiri, jadi gamau diatur ini itu, asalkan pasangannya orang normal dan mau nalar, semua bakal jadi lebih baik daripada waktu sendiri kok.
Keluar-keluar sendiri. Ini nih yang aku sekarang belum bisa wkwk. Seperti waktu sang suami ulang taun, aku pengen beli kado gitu kan, kue atau apa, tapi gabisa keluar karena setelah nikah apa-apa dianterin suami, trs masak iya mau kasih surprise tapi belinya ngajak suami, kan sama aja bohong,. Dan akhirnya end up menggunakan jasa ojek online yang sangat bermanfaat (walaupun akhirnya aku harus bukain sendiri pintu nya, padahal males karena biasanya juga sang suami yang buka). Wah parah banget dong kalo gabisa keluar sendiri ? Di kekang ya ? Overprotektif ? Nah kebanyakan orang sok tau bakal mikir gini biasanya, padahal akan ada banyak alesan di balik itu.
Pertama, karena aku bisanya naik motor matic doang, padahal disini ga ada wkwk jadi coretlah kemungkinan naik motor, karena aku juga gak tertarik belajar wkwk. Kedua, aku ga mau naik ojek online biasa, baik mobil atau motor, karena kemungkinan besar drivernya cowok, jadi kalo sendiri doang aku gamau, kalo ini emang dah prinsip dari sebelum nikah sih, walau kepepet pun juga ga bakal mau, ojek muslimah ada sih jane, tapi masih belum banyak dan jauh-jauh pula. Ketiga, aku sekarang jadi radak takut naik becak wkwk. Jalanan sekarang sudah sangat ramaiii gak kayak dulu waktu masih SD sekolah tiap hari naik becak, sekrang kalo naik becak yang jalannya imit-imit padahal jalanan rame banget, rasanya deg-deg an, belum lagi sekarang ampir semua bapak becak dah pada tua-tua, jadi makin deg-deg an. Walaupun aslinya kasian sih, mata pencaharian mereka kayak udah gak kepake karena perkembangan teknologi dengan adanya ojek online, kalau yang mudah mah masih bisa ngikutin, tapi kalo bapak becak yang dah tua-tua suruh belajar naik motor dan aplikasi-aplikasi nan gitu, yang ada malah nyasar, kan kasian (semoga tetep dapet rezeki yang cukup ya bapak-bapak becak, syemangaatt). Nah terus yang keempat nih, kalau misalnya pun bisa keluar dengan dijemput mamah atau sepupu, tapi kalo masalah beli kado ini kan surprise ceritanya, jadi gabisa izin beneran dong, atau malah harus bohong..padahal kan seorang istri kalau mau keluar, harus izin suami, dan bohong itu dosa, anyway ! Jadiii, yaudahlah..yang dulu biasa keluar-keluar masih bisa sendiri naik motor (walaupun aslinya lebih sering kemana-mana sama mamah sih), trus sekarang jadi belum bisa, ya nikmatin aja, namanya juga princess yaah.
Next, soal perbedaan. Dua orang yang berbeda asal-usul, beda keluarga, pasti banyak perbedaan. Tapi yang jelas, gak semua perbedaan itu buruk, malah bisa jadi suatu warna baru. Baru masalah masakan aja, bisa sama bentukannya tapi namanya beda wkwkw kan lucu. Kebiasaan-kebiasaan dan aturan-aturan juga pasti banyak yang beda, disini memang butuh keahlian adaptasi layaknya bunglon sih, dan memang jujur aja gak selalu mudah. Tapi kalo semua dijalanin dengan ikhlas dan niat baik, ga ada hal yang gak nikmat, pasti bisa lancar dan menyenangkan. Jangan besar-besarin ego, asalkan itu hal yang baik, yaudah ambil aja. Dan kalau emang ada yang gak cocok, omongin aja langsung daripada di pendam dan harus jalanin denga keterpaksaan, nanti malah ujung-ujungnya gak baik dan meledak waktu lagi emosi.
Lalu selanjutnya, soal pisah sama keluarga. Bagiku ini sih yang amat sangat paling berat. Pas awal-awal nikah itu lagi sibuk-sibuknya gitu dikampus, jadi ga berasa pindahnya. Tapi waktu udah mulai selo, nah baru berasa banget kalo lagi berada di rumah strangeerr wkwk. Jujur aja aku itu anak mama banget, aku tu dariduluu banget ga suka pergi yang nginep-nginep atau keluar kota tanpa mamah. Sampai sempet dulu itu udah pengen banget mondok kan ya, dan ga jadi karena setelah trial, ga betah jauh dari rumaahh. Karena bagiku dari dulu itu, rumah itu ya dimana ada mamah, kalo disitu ga ada mamahku ya rasanya kayak gak di rumah. Padahal aku masih se kota dan deket banget malah wkwk seminggu bisa tiga samapi empat kali main ke rumah, tapi kan tetep aja itu kayak cuma main, most of time tetep dihabiskan di rumah baru. Sempet gimana gitu liat keluarga pergi bareng dan aku gabisa ikutt, rasanya pengen nangiiss. Mungkin sebagian dari kalian akan gak sebegininya kalau udah nikah nanti. Aku dulu waktu belum nikah, dari kecil ampe gede, ga di bolehin sama ortu keluar-keluar main sama temen. Tetapi ortu ku yang ter the best banget itu, mereka ngelarang tapi dengan ada gantinya. Kita sering banget hang out bareng sekeluarga, jadi secara otomatis dari kecil kita juga udah gak pengen main keluar gitu sama temen, dan lebih pilih hang out bareng keluarga. Tapi ya itu, konsekuensinya kalau udah pisah rumah gini jadi berasa banget kehilangannya buat seorang anak rumahan. Yang biasanya bangun pagi dianter abah, dibuatin bekal kuliah sama mamah (love you ! ), terus waktu pulang curhat soal kuliah sama mamah dan malem nonton tv berdua sama mamah ( yang mana kita lebih banyak komentar daripada dengerin, terutama komentar untuk iklan-iklan yang tidak bermutu dan sinteron yang gak masuk akal ) wkwk dan itu semua sesuatu banget dan udah dijalanin sekian lama. So, rasanya kayak gimana banget gitu waktu tiba-tiba semuanya berubah. Tapi ya itu kan cuma sebuah permulaan, lama-lama juga bakalan biasa sama suasana yang serba baru, mau gamau ya harus gitu biar gak homesick terus wkwkw. Belum lagi kangen sama kucing gantengku muizzaaaa yang kalo aku lagi ngetik gini biasanya ditemenin karena dia suka laptop, dan kemudian bobok-bobok dilaptopku wkwk sangat amat ngangeniin :(
Intinya, pernikahan itu hal besar, merubah amat sangat banyak hal, in a good ways. Jadi ya harus penuh persiapan. Aku banyak baca buku sebelum nikah, bener-bener banyak terutama tentang mendidik anak juga sih. Karena yang namanya belajar ya emang harus jauh-jauh hari, dan yang namanya hal besar itu harus dipelajari dan dipersiapkan sebelum dieksekusi, dan asli itu bermanfaat banget, terutama juga dari dengerin dan belajar dari cerita orang-orang yang sudah berpengalaman. Soo, sampai disini dulu ya curhatnyaa, maapkan ketidak teraturan bahasa dan juga alur tulisanku wkwk sudah lama tidak nulis mutu jadi susah yach wkwk doakan skripsiku lancar jaya dan bisa lulus secepatnya, see youuu !!

Sunday, October 7, 2018

Long Time No See

Halo Assalamu’alaikuumm..sudah lama sekali yaa, sejak terakhir aku nulis di blog wkwkwk ini saking banyak sekali unek-unek dan pengen share cerita, aku harus berusaha mengumpulkan puing-puing sisa waktuku untk duduk dan nulis beginian wkwkwk (sok sibuk bgt, walalupun nyatanya emang sibuk beneran ).
Ini adalah hari minggu, aku bangunnya agak siang karena ga denger bunyi beker, kasian bgt kan ya pasti capek beneran :’) Terus hari ini aku agak sante sih, cuma nyelesaiin beberapa tugas, terus pas agak sorena aku ke kampus untuk mengurus tikus skripsiku hingga maghrib, lalu pulang dan kembali merapikan tugas yang belum kelar wkwkwk.
Iya nich, aku memang lagi sibuk dan hectic betz, yang secara garis besar dibagi dalam dua hal, yakni persiapan hari H dan juga urusan kuliah. Dan masing2 dari itu masih terbagi menjadi seribu cabang yang datang silih berganti dan tak jarang datangnya juga keroyokan. Tapi se parah-parahnya yang tak alami sekarang, aku belum nangis lho wkwkw Alhamdulillah bgt kan ya, padahal biasanya aku suka cengeng, apalagi kalo pikiran dah mentok tingkat dewa :”
Sekarang kita bicarain kuliah dulu deh. U know, aku ini semester 7 dankuliahku masih 24 sks, keren kan ? plis, ga keren sama sekali, nyusahin iya banget malah wkwkwk hal ini disebabkan kami sebagai anak farmasi sangat amat sibuk sehingga di semester2 sebelumnya ga bisa ambil sks lebih dari 21, jadi amsih terakumulasi di semester 7 ini, niceeee <3 Laluuu, aku juga lagi skripsi :’( Pasti banyak yang mikir gini dari kemarenan, “ lah udah tau masih sibuk kan, ngapain maksain skripsi sekarang ? salah mu sendiri lah yaa” salahin aja akuuu, semua memang salahku wkwkwkwk. Ini tu emang complicated banget sih, aku itu ambil langkah juga gak gegabah B) Jadiii,,InsyaAllah gak lama lagi kan aku akan memasuki the whole new wooorrlllddd *autonyanyi* jadi pengennya beban masalah kuliah ini at least udah se menimal mungkin lah :) dan aku pengennya udah se dekat mungkin dengan lulus, supaya bisa sampe lulus beneran, amiiiiiiiinnnn. Karena aku takut kalo akhirnya somehow harus ninggal kuliah yang udah sebegini susah, kalo skripsiku belum apa2.
Tapi ya di balik semua keputusan, pasti ada konsekuensinya. Ya ini konsekuensinya, streess wkwkwkw. Kuliaku itu sendiri, tanpa skripsi maksudnya, ya masih bisa dibilang padet, ditambah ada magang juga walaupun realisasinya itu tu lebih kayak hepi2 daripada beban wkwkwk tetapi tetep aja beratz dirasa, untuk menyandingkan kuliah dengan skripsi ku iniiihh. Jadi ceritanya skripsiku itu ujinya pake tikus, dan tikusnya banyaaak wkwkwk dan itu diurus sendiri, maksudnya diurus secara mandiri sm mahasiwa, bukan berarti aku sendirian gitu, karena Alhamdulillah banyak yang bantuin kok. Sebenarnya dari awal uji kira2 cuma 3 minggunan, tapi asli itu ttp berat, karena tikusnya banyaak, kasi makan dan obat tiap hari, bersihin kandang, belum lagi full day kalo lagi analisis darah, dll, dll. Daaaann....ada sesuatu yang sebenarnya sangat membebani aku, and no one knows before..aku tu sebenarnya orangnya gak jijik an dan juga tegel an. Tetapi waktu aku ngapa2in si tikus itu, aku tu keinget kucingku muiza di rumah :((( mereka tu mirip banget yak ternyata. Maksudnya setelah kamu kenl, kucing sm tikus itu mirip lho, asliiii. Makanya aku kadang sedih dan bebaaan banget karen keinget nya muiza, gimana kalo itu muiza, pasti ku takan kuat :( Tapi ya mau gimana lagi, sudah jadi tuntunan pekerjaan..kadamg kalo malem suka ke bayang2, dan coba tak alihkan dengan mikirin yang lain, tapi tetep itu sangat sulit.
Di samping bekerja secara teknis yang menguras energi fisik, selama proses ini belum kelar, pikiranku juga amat sangat terkuraasss. Dari mulai hasil yangjlek, harus ngulang, mikirin solusi, atur jadwal yang sangat padet dan tabrakan sana sini..susah dan berat banget rasanee, meh melerenkan otak itu terasa sangat sulit yach. Sampe kadang dah pulang malem mulu, dengan non stoopp kerja di kampus, ketika sampe rumah dan sudah mapan tidur, tetep blm langsung bisa tidur karena automikir ini dan itu dan inu. Padahal ini baru masalah dari salah 1 garis besar ya wkwkwk sudah sangat menguras energiihh.
Lalu kita beranjak ke masalah satunya. Persiapan hari H yang ternyata juga sangat amat ribet wkwkwk. Aku tu sampe lupa kalo sebenernya harusnya seneng, seneng woi seneeng, kenapa malah pengennya diundur wkwkwk ya karena urusan skripsi yang nggilani ini belum kelar, kadang rasanya ku ingin skip yang lainnya duluuu kwkwk walopun sebagian juga diurus sm mama, tapi liat mama mumet juga menjadi sebuah beban, jadi sama aja wkwkwk aku merasa tidak punya waktu untuk santai dan menikmati proses mendekati hari H yang seharusnya leyeh2 dan memanjakan diri. Kenyataannya justru menyiksa diri lahir dan batin. Sampe aku tu bikin reminder di HP kalo jan2e secara teori aku ki kudune seneng, seneng dong riiiim, seneeengg. Wkwkwkw harus seneng aja tak pikirin og, gimana gak banyak pikiran yaaa.
Namuuunn, ada namunnya ini. Dibalik semua keluhanku, yang sangat banyak itu...aku tetap kudu menyisihkan waktu untuk bersyukuurr..aku sudah kuliah dengan tidak mudah sampai bisa melalui 6 semester lalu, kenapa masi betah ? karena i love iiitt..sebenernya aku tu deep down suka mikir yang berat2, dan suka sibuk jugaa kwkwkw walopun kadang aku ndak ngaku dan banyak ngeluh, tapi ini yang membuat aku tetap akuu..mungkin kalo selama ini aku nganggur doang, ya aku gak akan se baqoh ini terpontang panting saat ini wkwkwk dan mungkin aku gak punya tawa yang selepas sekarang kalo aku tidak dikerumuni kesibukan dan banyak pikiran. Ngitung ini itu, analisis, itu sbenernya hiburan buat akuuu wkwkwk dan aku menyadarinya meskipun jarang kua akui apalagi kalo lagi lelah wkwkwkwk tapiii, itu emang sudah sifat alamiyah manusiaa, yaitu bisa nya seneng kalo kondisi tu up down, bukan lurus-lurus aja..tapi masih ada sih orang yang mikir dia bisa bahagia kalo di hiudpnya ga ada masalah, padahal jane endak..adanya masalah , yang silih berganti dengan semua solusiyang hadir ituuu, justru yang bikin kita bisa seneeng..and i know it, makanya aku suka bikin masalah wkwkwkw (engga ding  bercanda).
Daann jugaaa...aku punya buanyaaakk orang yang sayang sama aku dan selalu support dan doain aku..that’s why i’m still on fire dan tetep “lululululuuyy”. Aku punya keluarga yaaang selalu memudahkan semua urusanku, dan menghujani aku dengan doaa terutama mamah abahkuuu, aku punya teman2 dan sahabat2 yang juga selalu mendukung dan berada disisiku apapun kondisinyaa, aku juga punya muizza yang masih suka ngeong2 dengan toingkah lucunya yang jadi hiburan, pun aku juga stranger yang walopun dia stranger tp know me so well <3 Sooo...memang kadang di hidup kita tu ada masa-masa dimana kondisi dan situasi tu mbundet kayak benang ruwet, tetapi pasti ada hal-hal lain yang akan mengudarinya seiring berjalannya waktu. Dan jangan lupa berdoa, berdoa, dan berdoa. Allah punya jalan keluar dari tiap masalah, jadi jangan kemana mana dulu sebelum ke Allah, dan jangan malah jadikan berdoa ke Allah itu malah jalan terakhir. Allah itu baiiikk bangeett dan sayang banget sama kita, kita gak minta aja udah dikasi segala macem nikmat, naaahh, bayangin aja kalo kita juga mintaaa. Dan kalo ada masalah yang kita bingung banget harus ambil langkah apa, dan sangat kepepet bingung bedain mana yang salah danbener, bayangin aja apa yang akan dilakukan Rasulullah kalo ada di posisi kita <3 Karena Rasulullah adalah suri tauladan dalam segala bidang, yang kalo kita kenal sm beliau, kita bisa aja kok mengimplementasikan sikap dan keputusannya untuk mengatasi masalah sehari hari kitaaa.
Maka dari itu aku mau banyak terimakasih untuk semua yang sudah terlibat dan mambantu, aku juga mohon doanya semoga semuanya mudah dan sesuai bahkan lebih dari harapaaan, karen aku tanpa kalian = butiran debu = remahan oreo (enak sih btw). Daan Ya Allah, Ya Rasulullah Ya Habib Aliii, semoga aku selalu disertai dalam setiap langkahkuuuu, dimudahkaaaan, tetap gak lupa sm urusan akhiraaat, dalam lindungan lahir batiiin, dan beri semua yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhiratku beserta semuah orang disekitarku, amiiiiiiiiiiiin.
Byeee gudniteee..maafkan kalo ada banyak typo karena ku malas baca ulang wkwkwkw <3

Saturday, June 9, 2018

Sayyidah Khadijah 💕 (PART 1)

SAYYIDAH KHADIJAH DENGAN NABI MUHAMMAD SAW


Khadijah binti Khuwailid, bagi kita semua sebagai seorang muslim dan juga muslimah, nama tersebut tentu tidak asing lagi. Ya, beliau adalah istri pertama sekaligus istri tercinta dari junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Benar-benar sebuah kebohongan apabila kita mengaku mencintai Nabi kita Muhammad SAW, tetapi belum atau bahkan enggan mencintai sosok Sayyidah Khadijah, yang merupakan seorang wanita yang begitu dicintai dan mencintai Nabi Muhammad SAW. Sehingga sudah tidak ada lagi alasan bagi kita, untuk menolak mengenal wanita mulia yang satu ini, karena sebagaimana kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi, mustahil kita dapat cinta dan sayang kepada Sayyidah Khadijah, sedangkan kita hanya sedikit atau bahkan sama sekali belum mengenalnya.
Sayyidah Khadijah juga merupakan seseorang yang memiliki andil sangat besar dalam membantu dakwah Rasulullah SAW, memang tidak dalam bentuk terjun langsung ke medan perang, tetapi dengan terus memberi dukungan, semangat dan kenyamanan kepada sang kekasih. Untuk itu, mengetahui kisah hidupnya bukanlah sebuah pilihan bagi kita semua, tetapi sebuah keharusan, karena dari kisah-kisah insan mulia ini, kita dapat memetik berbagai macam pelajaran hidup, tetapi untuk mendapatkannya tentu tidak mungkin apabila kita hanya sekedar membaca kisahnya, tetapi kita harus benar-benaar meresapinya, sehingga kita dapat mengetahui hikmah dari setiap kisah Sayyidah Khadijah, mari kita simak kisah-kisahnya berikut ini!
Kisah mereka berawal ketika Sayyidah Khadijah mencari seseorang untuk diutusnya membawa dagangan ke Syam. Pada saat itu masyarakat Mekkah sedang ramai membicarakan Nabi Muhammad ibnu Abdullah, seorang pemuda yang sangat jujur dan memiliki budi yang sangat luhur di tengah-tengah rekan sebayanya yang sibuk berfoya-foya. Akhirnya Sayyidah Khadijah mempercayakan dagangannya kepada Nabi Muhammad, yang kala itu didampingi oleh budak laki-lakinya yang bernama Maysaroh. Sekembalinya dari perjalan, Maysaroh bercerita tentang keuntungan besar yang didapat dan juga hal-hal aneh yang dialami selama perjalanan berdagang bersama Nabi Muhammad tersebut.
“Muhammad sangatlah jujur dan santun dalam perniagaan dan bersamanya kami mendapat untung besar. Namun bukan itu saja yang akan kuceritakan kepadamu wahai Khadijah, kemana saja berjalan selalu ada awan yang menaungi kami, maaf, bukan kami tepatnya, tetapi dia, sebab tatkala aku tak berjalan bersamanya dialah ternyata yang dinaungi awan tersebut.
Dan kejadian lebih ajaib lagi terjadi saat perjalanan pulang, kami dihampiri oleh seorang pelayan yang tengah beristirahat di bawah sebatang pohon. Ia meminta kami datang menemui tuannya yaitu seorang pendeta  ahli kitab bernama Bukhaira yang kabarnya tak pernah keluar dari tempat beribadahnya di menara, akulah yang datang menemuinya. Dia bertanya kepadaku tentang Nabi Muhammad, aku jawab setahuku, namun saat aku berniat mengelabuhinya, dia ternyata telah mengetahui segala sesuatu tentangnya.
Tak hanya itu, pernah juga ada seorang lelaki yang berselisih dengan Muhammad. Aku menduga lelaki itu memang sengaja mencari-cari persoalan, dan lelaki itu memminta Muhammad untuk bersumpah atas nama Latta dan Uzza. Namun  Muhammad menolaknya dan berkata bahwa ia tidak pernah bersumpah atas nama keduanya”
Sayyidah Khadijah mendengarkannya dengan saksama dan penuh kekaguman. Sayyidah Khadijah semakin yakin bahwa Nabi Muhammad memang bukanlah pemuda biasa. Akhirnya ia datang kepada sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal, yang merupakan seseorang yang tekun mempelajari kitab-kitab terdahulu. Sayyidah Khadija hmenceritakan apa yang disampaikan Maysaroh kepadanya dan jawaban sepupunya itu menambah gejolak di dalam hati Khadijah. Waraqah berkata, apabila semua kejadiaan itu benar, maka lelaki yang bernama Muhammad tersebut kelak akan menjadi Nabi.
Apa yang dikatakan oleh Waraqah, menambah ketertarikan Sayyidah Khadijah kepada Nabi Muhammad. Padahal bukan tidak ada, tetapi sebelum mengenal Nabi Muhammad, banyak lelaki yang meminang Sayyidah Khadijah dengan menawarkan sejumlah besar harta dan mas kawin, tetapi tanpa ragu Sayyidah Khadijah menolak semua pinangan itu. Karena memang bukan harta, tetapi akhlak dan budi yang luhur serta keistimewaan Nabi Muhammad lah yang membuat wanita mulia ini jatuh cinta. Tetapi Sayyidah Khadijah juga masih ragu, tentu saja karena usia nya yang terpaut sangat jauh dengan Nabi Muhammad.
Dalam suasana keresahan dan kebingungan yang melanda pikiran Sayyidah Khadijah, datanglah teman wanitanya yang bernama Nafisah binti Munayyah. Bagi Sayyidah Khadijah, Nafisah bukanlah sekedar teman biasa, bahkan lebih dari itu. Ia dianggap sebagai saudaranya sendiri. Karena itu tak ada soal-soal pribadi yang harus dirahasiakan kepadanya. Kini taulah sudah Nafisah apa yang bergejolak di dalah hati sahabatnya Khadijah. Ia rela menjembatani hubungan yang hendak dibangun  Sayyidah Khadijah dengan Nabi Muhammad.
Pada suatu kesempatan yang dianggapnya tepat, datanglah Nafisah kepada Nabi Muhammad. Kepada Nabi Muhammad ia menanyakan mengapa beliau lebih suka membujang, bukankah lebih baik dan lebih tentram jika beliau berumah tangga, hidup didampangi seorang istri yang akan menghilangkan kesepiannya? Nabi Muhammad beberapa saat tidak menyahut. Beliau menanggapi ucapan Nafisah tersebut dengan bertanya, “Dengan apa aku dapat beristri?” Belum selesai beliau mengucapkan kata-katanya, Nafisah cepat-cepat melanjutkan pertanyaannya, “Jika Anda dikehendaki oleh seorang wanita ruapawan, hartawan dan bangsawan, apakah Anda bersedia menerimanya?” Mendengar pertanyaan itu Nabi Muhammad segera mengerti wanita mana yag dimaksud oleh Nafisah. Wanita itu bukan lain tentu adalah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Wanita lain manakah yang rupawan, hartawan dan bangsawan kalau bukan dia?
Dapat kita ketahui bersama, begitu tegas dan cerdas sikap yang diambil Sayyidah Sayyidah Khadijah dalam memutuskan apa yang ia yakini dapat membuat hidupnya lebih bahagia. Tetapi jelas bukan hidup yang tanpa rintangan yang ia dambakan, karena saat itu Sayyidah Khadijah sendiri sudah mendapatkan rambu-rambudari sepupunya Waraqah ibnu Naufal, bahwa laki-laki yang membuatnya jatuh hati tersebut merupakan laki-laki pilihan, yang kelak akan mengemban tanggung jawab membawa risalah kenabian. Jadi ketika Sayyidah Khadijah memutuskan untuk memilih Nabi Muhammad sebagai pendamping hidupnya, itu artinya ia sudah siap dengan segala risikonya, mendampingi Nabi Muhammad dalam keadaan suka maupu duka.
Nabi Muhammad menyampaikannya kepada pamannya Abu Thalib, yang disambutnya penuh suka cita. Lalu Abu Thalib melamarkan Sayyidah Khadijah untuk beliau. Dan setelah semua pihak telah setuju, saat itulah Sayyidah Khadijah menyampaikan hal yang dianggapnya penting untuk diketahui oleh Nabi Muhammad :
“Wahai Muhammad..sungguh Demi Allah. Engkau harus tahu bahwa aku ingin menikah denganmu bukan karena berharap sesuatu. Aku melakukannya karena kukira engkau adalah Nabi yang akan diutus, Rasul yang kedatangannya ditunggu dan diberitakan oleh para Rahib dan pendeta. Dan jika itu benar, aku berharap engkau tidak menyia-nyiakan perbuatanku..ajaklah aku kepada Tuhan yang kelak akan mengutusmu itu.”
Nabi Muhammad menjawab :
“Aku tidak tahu kebenaran ucapanmu itu, wahai Khadijah. Namun Demi Allah, jika benar aku menjadi seperti yang kau kira aku tentu tidak akan menyia-nyiakanmu sampai kapanpun. Dan jika tidak, maka Tuhan yang engkau telah berbuat kebaikan ini karena-Nya Dia pasti tidak akan pernah menyia-nyiakanmu”
Percakapan yang begitu indah dan luar biasa, antara dua insan yang luar biasa pula. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Sayyidah Khadijah begitu percaya kepada Nabi Muhammad, berikut ajaran yang akan dibawanya kelak. Ia berani berkata demikian, tanpa adanya sedikitpun keraguan. Bahkan ia telah menyatakan akan beriman, sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi seorang Rasul. Padahal kelak banyak orang yang telah diseru tetapi tetap mendustakan Nabi Muhammad, sedangkan Sayyidah Khadijah, ia memang sungguh luar biasa.
Biasanya laki-laki menginginkan seorang gadis muda untuk diperistri, sama hal nya dengan wanita yang pada umumnya mengidamkan seorang lelaki kaya raya untuk menjadi suaminya. Tetapi lain halnya dengan pasangan istimewa ini, saat itu usia Nabi Muhammad 25 tahun dan Sayyidah Khadijah berusia 15 tahun diatas beliau, dan saat itu pula harta kekayaan Sayyidah Khadijah jauh di atas Nabi Muhammad yang semula hanyalah pegawai yang menjajakan dagangannya. Jadi sama sekali tidak diragukan lagi, bahwa rasa yang hadir di antara pernikahan dua insan ini, memang bukanlah nafsu duniawi, namun cinta yang hakiki.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa segala sesuatu tergantung pada niatnya, begitu juga halnya dengan pernikahan. Pernikahan akan berjalan dengan buruk, apabila yang mendasarinya hanyalah nafsu-nafsu dan keinginan-keinginan duniawi, dan pernikahan hanya akan baik, apabila segala sesuatu yang mendorongnya untuk menikah adalah hal-hal yang baik yang tak lekang oleh waktu. Dan sama sekali tidak diragukan lagi, bahwa pernikahan antara Nabi Muhammad dengan Sayyidah Khadijah, adalah pernikahan yang didasari dengan sebaik-baik niat, maksud dan tujuan.
Maka berlangsunglah pernikahan keduanya, dan berjalanlah kehidupan rumah tangganya. Begitu bahagia dan nyaris sempurna, adalah kata-kata yang paling bisa mewakili kehidupan rumah tangga ini. Seorang suami yang begitu bijaksana dan istri yang begitu mulia di dalamnya. Sayyidah Khadijah sangat bahagia dengan pernikahannya. Ia merasa tidak perlu lagi mengurus usaha dagangannya. Semua ia serahkan kepada Nabi Muhammad, suaminya. Perhatian Sayyidah Khadijah sepenuhnya dipusatkan pada bagaimana melayani dan mencintai suaminya serta menangani urusan-urusan rumah tangga lainnya.
Lalu bagaimana dengan muslim dan muslimah kita di zaman ini? Sudahkah mereka mengetahui bagaimana kisah cinta Nabi nya? Sudahkah mereka benahi niat ketika berencana untuk hidup berumah tangga? Tidak sedikit dari muslim dan muslimah saat ini, yang menikah hanya karena nafsu-nafsu duniawi, yang akibatnya pernikahan mereka tidaklah berkah. Karena nafsu duniawi itu sifatnya hanya sementara, semu, sehingga mustahil rumah tangga mereka dapat berjalan dengan baik seterusnya. Segala sesuatu yang hanya didasari oleh nafsu dunia sudah pasti bahwa ujungnya adalah kehancuran.
Dapat kita lihat dengan jelas, bahwa tingkat perceraian semakin lama semangkin meningkat. Benar-benar kondisi yang begitu memprihatinkan. Tetapi tentu hal itu sama sekali bukan sesuatu yang mengherankan, ketika artis-artis yang gemar mengumbar auratnya, artis-artis yang senang bermain-main dengan pernikahannya, lebih mereka idolakan ketimbang wanita-wanita yang sudah dijamin masuk surga. Karena seorang idola akan menjadi acuan atau panutan kita dalam bersikap, sehingga ketika kita memiliki seseorang yang kita idolakan, secara langsung maupun tidak langsung, kita akan mencontoh perilakunya.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuka mata dan menyadari siapa-siapa saja yang harus kita idolakan, agar perilaku kita dapat membawa kebaikan, yang tidak hanya di dunia tetapi juga membawa kebaikan hinga di akhirat. Dan untuk sosok seorang wanita, Sayyidah Khadijah merupakan sosok yang sangat sempurna untuk dijadikan idola, karena ia termasuk salah satu dari empat wanita yang telah dijamin masuk surga.

Friday, August 11, 2017

Surat Cinta untuk yang Tercinta 💜

Bismillahirrahmanirrahim..semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua dan juga senantiasa mengucurkan rasa kasih dan sayang di hati kita semua, sehingga kita dapat saling membagi dan menerima rasa kasih dan sayang, yang merupakan bagian dari sifat-Nya yang begitu mulia..
Saat ini, akan kutulis surat cinta ini, karena ketidakmampuanku untuk membendung lagi rasa yang semakin lama semakin menggelora di dalam dadaku..
Entah apa yang kurasakan, karena aku tahu tak ada yang pasti mengenai perasaan..tapi yang aku tahu, rasa ini memiliki banyak persamaan, dengan rasa yang biasa dikisahkan oleh mereka-mereka, yang menyebutnya dirinya para pecinta..
Cinta? mungkin belum, karena nyatanya aku belum mampu banyak berkorban untuk membuktikannya, aku juga belum mampu menggunakan seluruh waktuku untuk berusaha menjumpainya..
Bukan cinta? Juga jelas bukan, karena bahkan aku tidak mampu menahan air mataku untuk tidak jatuh, di setiap kata yang sedang kutulis ini..
Baiklah, cintaku..sebenarnya aku tahu aku belum pantas memanggilmu dengan panggilan semesra itu, tapi tak apa, biarlah itu menjadi pecutan dan pemacu, untuk pada akhirnya benar-benar mencintaimu..
Awalnya, aku mengira para pecinta itu, mereka mengada-ada mengenai apa yang sebenarnya mereka rasakan, mengenai begitu banyak air mata, pengorbanan, rindu, derita..
Awalnya, aku mengira para pecinta itu gila..terlebih kepada yang mengatakan cinta itu buta dan kepada mereka yang bahkan berkata cinta padahal belum pernah berjumpa dengan yang dicintainya..
Tapi duhai cintaku, karenamu, kini aku mulai mengerti bahwa mereka sama sekali tidak mengada-ada, apalagi gila..kini aku juga mengerti, tidak ada sedikitpun batas kewajaran dalam mencintai dan dicintai..dan mengenai tak kenal maka tak cinta, kini aku pun juga mengerti, karena semakin aku mengenalmu, aku juga semakin mencintaimu..
Awalnya, aku tidak mengerti apa itu dan bagaimana seseorang bisa merasa cemburu..tapi cintaku, karenamu, kini aku mulai mengerti, karena cemburu itu sendiri, kini sedikit demi sedikit mulai membakarku..
Awalnya aku tidak mengerti, mengapa para pecinta itu begitu antusias untuk menemui yang dicintainya, meskipun terkadang pada kenyataannya mereka tidak pernah benar-benar bertemu..
Cintaku, ketahuilah, bahwa aku memang belum pernah berjumpa denganmu, aku belum pernah berbincang denganmu, bahkan hanya melihat wajah dan mendengar suaramu pun aku juga belum pernah..tapi aku merasa cemburu dengan mereka-mereka yang pernah dekat ataupun masih tetap dekat denganmu, aku cemburu pada mereka-mereka yang mendedikasikan seluruh dari waktunya untuk meniru agar dapat berjumpa denganmu..aku cemburu pada mereka-mereka yang begitu mencintaimu, hingga dapat mematahkan segala bentuk kemustahilan..aku cemburu dengan mereka-mereka yang sudah lebih awal berjumpa denganmu..
Cintaku, para pecinta mengatakan, bahwa seseorang yang kita cintai akan terlihat sempurna bagi kita walaupun sebenarnya ia tidak..lalu bagaimana denganmu, cintaku? bagaimana lagi kau dapat terlihat bagiku, sedangkan kau memang benar-benar sempurna?
Alasan cemburuku bukan lagi bersekala perorangan, tetapi makhluk..di bumi ini, baik yang masih berjalan di atasnya maupun yang sudah terpendam di dalamnya, baik yang dapat dipandang mata manusia maupun yang tidak dapat, ada begitu banyak makhluk yang mencintaimu, lalu apa mungkin aku masih memiliki tempat di hatimu?
Tetapi mau bagaimana lagi, cintaku..engkau adalah rahmat bagi semesta alam..dan mencintaimu bukan lagi sebuah kemuliaan ataupun kekhususan bagi kami semua, tapi merupakan kewajiban bagi makhluk di seluruh alam..karena bahkan Tuhanmu pun begitu memuliakanmu, hingga menyandingkan namamu langsung dengan nama-Nya..
YaRasulallah, YaHabibullah...aku tak tahu apalagi yang dapat aku ungkapkan, aku tak tahu apalah lagi yang mampu aku luapkan, aku tidak tahu apalagi yang mampu aku tulis dan lukiskan,akan perasaan di hatiku yang begitu menggelora padamu...aku tak tahu apakah aku sudah pantas berkata bahwa aku mencitaimu, tetapi yang pasti aku ini malu, aku rindu, aku cemburu..
Aku malu karena aku mengaku mencintaimu, tapi aku baru sangat sedikit dalam meniru perilakumu..aku rindu padamu, tapi aku takut dengan sedikitnya sunnah-sunnah mu yang kujalankan dan sedikitnya amal-amal yang kupunya, kelak engkau akan menolak untuk bertemu dengankuu, jangan yaRasulallah, aku tidak mampuuu, aku tidak mauuuu...aku cemburu, dengan para wali-walimu, dengan umat-umat mu yang bahkan sudah mampu berjumpa denganmu, sebelum kematian mereka..
YaRasulallah...berilah aku kesempatan, izinkanlah aku berziarah ke makam mu, ke makam yang engkau masih tetap hidup dan membalas shalawat dari umat mu..ke tanah kelahiran dan tanah hijrahmu..ke tempat yang begitu istimewa dan yang begitu muliah yang pernah ada di muka bumi ini..Madinah al Munawwarah dan Makkah Al Mukarramah..
YaRasulallah..temuilah aku dalam mimpi-mimpiku, bahkan dalam keadaan sadar, sebelum kematianku..perkenanlah aku memandang wajahmu yang begitu elok nan sempurna, menyentuh kedua tangan lembutmu dan memeluk erat tubuh muliamu..
YaAllahh..bimbinglah aku, agar senatiasa tetap berjalan di jalanMu dan RasulMu, agar aku dapat memenuhi perintahmu, yaitu mengikuti segala hal yang dibawa oleh insan termuliaMu..yaAllah, jadikanlah kedekatan tanpa batas denganMu dan juga dengannya, tidak lagi mustahil bagiku..yaAllahh, aku mencintainya, karna cintaMu padanya dan cintaku padaMu..kelak kumpulkanlah kami bersama, di surga firdausMu..amiiiin, YaAllaaahhh...
YaRasulullaaahhhh, aku mencintaimuu, aku merindukanmuuu...cintailah akuuu dan jumpailah akuuu...jadikan lah aku umatmu yang tak hanya bangga denganmu tapi juga dapat membanggakanmu...
I love you so much, YaRasulullah..semoga Allah berkenan menyampaikan aku ke tanahmu, sesegera mungkin, amiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnn <3 <3 <3 <3