Friday, August 11, 2017

Surat Cinta untuk yang Tercinta 💜

Bismillahirrahmanirrahim..semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua dan juga senantiasa mengucurkan rasa kasih dan sayang di hati kita semua, sehingga kita dapat saling membagi dan menerima rasa kasih dan sayang, yang merupakan bagian dari sifat-Nya yang begitu mulia..
Saat ini, akan kutulis surat cinta ini, karena ketidakmampuanku untuk membendung lagi rasa yang semakin lama semakin menggelora di dalam dadaku..
Entah apa yang kurasakan, karena aku tahu tak ada yang pasti mengenai perasaan..tapi yang aku tahu, rasa ini memiliki banyak persamaan, dengan rasa yang biasa dikisahkan oleh mereka-mereka, yang menyebutnya dirinya para pecinta..
Cinta? mungkin belum, karena nyatanya aku belum mampu banyak berkorban untuk membuktikannya, aku juga belum mampu menggunakan seluruh waktuku untuk berusaha menjumpainya..
Bukan cinta? Juga jelas bukan, karena bahkan aku tidak mampu menahan air mataku untuk tidak jatuh, di setiap kata yang sedang kutulis ini..
Baiklah, cintaku..sebenarnya aku tahu aku belum pantas memanggilmu dengan panggilan semesra itu, tapi tak apa, biarlah itu menjadi pecutan dan pemacu, untuk pada akhirnya benar-benar mencintaimu..
Awalnya, aku mengira para pecinta itu, mereka mengada-ada mengenai apa yang sebenarnya mereka rasakan, mengenai begitu banyak air mata, pengorbanan, rindu, derita..
Awalnya, aku mengira para pecinta itu gila..terlebih kepada yang mengatakan cinta itu buta dan kepada mereka yang bahkan berkata cinta padahal belum pernah berjumpa dengan yang dicintainya..
Tapi duhai cintaku, karenamu, kini aku mulai mengerti bahwa mereka sama sekali tidak mengada-ada, apalagi gila..kini aku juga mengerti, tidak ada sedikitpun batas kewajaran dalam mencintai dan dicintai..dan mengenai tak kenal maka tak cinta, kini aku pun juga mengerti, karena semakin aku mengenalmu, aku juga semakin mencintaimu..
Awalnya, aku tidak mengerti apa itu dan bagaimana seseorang bisa merasa cemburu..tapi cintaku, karenamu, kini aku mulai mengerti, karena cemburu itu sendiri, kini sedikit demi sedikit mulai membakarku..
Awalnya aku tidak mengerti, mengapa para pecinta itu begitu antusias untuk menemui yang dicintainya, meskipun terkadang pada kenyataannya mereka tidak pernah benar-benar bertemu..
Cintaku, ketahuilah, bahwa aku memang belum pernah berjumpa denganmu, aku belum pernah berbincang denganmu, bahkan hanya melihat wajah dan mendengar suaramu pun aku juga belum pernah..tapi aku merasa cemburu dengan mereka-mereka yang pernah dekat ataupun masih tetap dekat denganmu, aku cemburu pada mereka-mereka yang mendedikasikan seluruh dari waktunya untuk meniru agar dapat berjumpa denganmu..aku cemburu pada mereka-mereka yang begitu mencintaimu, hingga dapat mematahkan segala bentuk kemustahilan..aku cemburu dengan mereka-mereka yang sudah lebih awal berjumpa denganmu..
Cintaku, para pecinta mengatakan, bahwa seseorang yang kita cintai akan terlihat sempurna bagi kita walaupun sebenarnya ia tidak..lalu bagaimana denganmu, cintaku? bagaimana lagi kau dapat terlihat bagiku, sedangkan kau memang benar-benar sempurna?
Alasan cemburuku bukan lagi bersekala perorangan, tetapi makhluk..di bumi ini, baik yang masih berjalan di atasnya maupun yang sudah terpendam di dalamnya, baik yang dapat dipandang mata manusia maupun yang tidak dapat, ada begitu banyak makhluk yang mencintaimu, lalu apa mungkin aku masih memiliki tempat di hatimu?
Tetapi mau bagaimana lagi, cintaku..engkau adalah rahmat bagi semesta alam..dan mencintaimu bukan lagi sebuah kemuliaan ataupun kekhususan bagi kami semua, tapi merupakan kewajiban bagi makhluk di seluruh alam..karena bahkan Tuhanmu pun begitu memuliakanmu, hingga menyandingkan namamu langsung dengan nama-Nya..
YaRasulallah, YaHabibullah...aku tak tahu apalagi yang dapat aku ungkapkan, aku tak tahu apalah lagi yang mampu aku luapkan, aku tidak tahu apalagi yang mampu aku tulis dan lukiskan,akan perasaan di hatiku yang begitu menggelora padamu...aku tak tahu apakah aku sudah pantas berkata bahwa aku mencitaimu, tetapi yang pasti aku ini malu, aku rindu, aku cemburu..
Aku malu karena aku mengaku mencintaimu, tapi aku baru sangat sedikit dalam meniru perilakumu..aku rindu padamu, tapi aku takut dengan sedikitnya sunnah-sunnah mu yang kujalankan dan sedikitnya amal-amal yang kupunya, kelak engkau akan menolak untuk bertemu dengankuu, jangan yaRasulallah, aku tidak mampuuu, aku tidak mauuuu...aku cemburu, dengan para wali-walimu, dengan umat-umat mu yang bahkan sudah mampu berjumpa denganmu, sebelum kematian mereka..
YaRasulallah...berilah aku kesempatan, izinkanlah aku berziarah ke makam mu, ke makam yang engkau masih tetap hidup dan membalas shalawat dari umat mu..ke tanah kelahiran dan tanah hijrahmu..ke tempat yang begitu istimewa dan yang begitu muliah yang pernah ada di muka bumi ini..Madinah al Munawwarah dan Makkah Al Mukarramah..
YaRasulallah..temuilah aku dalam mimpi-mimpiku, bahkan dalam keadaan sadar, sebelum kematianku..perkenanlah aku memandang wajahmu yang begitu elok nan sempurna, menyentuh kedua tangan lembutmu dan memeluk erat tubuh muliamu..
YaAllahh..bimbinglah aku, agar senatiasa tetap berjalan di jalanMu dan RasulMu, agar aku dapat memenuhi perintahmu, yaitu mengikuti segala hal yang dibawa oleh insan termuliaMu..yaAllah, jadikanlah kedekatan tanpa batas denganMu dan juga dengannya, tidak lagi mustahil bagiku..yaAllahh, aku mencintainya, karna cintaMu padanya dan cintaku padaMu..kelak kumpulkanlah kami bersama, di surga firdausMu..amiiiin, YaAllaaahhh...
YaRasulullaaahhhh, aku mencintaimuu, aku merindukanmuuu...cintailah akuuu dan jumpailah akuuu...jadikan lah aku umatmu yang tak hanya bangga denganmu tapi juga dapat membanggakanmu...
I love you so much, YaRasulullah..semoga Allah berkenan menyampaikan aku ke tanahmu, sesegera mungkin, amiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnn <3 <3 <3 <3

No comments:

Post a Comment