Tuesday, February 7, 2017
New love story 💕
Kali ini akan kutulis suatu kisah cinta. Dimulai dari bagaimana pertemuannya, jatuh cintanya, berikut ungkapan-ungkapan cinta untuk yang tercinta. Aku selalu bertanya-tanya tentang segala sesuatu, dan cinta adalah yang paling tidak dapat kumengerti. Perasaan memang tidak sejelas pikiran, tetapi banyak dari perasaan tidak serumit cinta. Ada batas yang cukup jelas, antara rasa sedih dan bahagia, iba dan bangga, dan lain sebagainya. Namun cinta ? adakalanya, aku merasa bahwa segala hal tentang cinta adalah keputusan sang hati, tetapi di lain waktu aku merasa bahwa pikiran kita juga sangat mempengaruhinya. Intinya, cinta itu memberi ketenangan, kebahagian, dan menambah rasa di segala sesuatu yang semula biasa.
Kisah cintaku kali ini mungkin sedikit tidak biasa. Memang ada banyak sekali cinta yang mungkin ada di dunia ini. Cinta ibu kepada anaknya, cinta suami atau istri pada kekasihnya, cinta orang kikir kepada hartanya, dan lain sebagainya. Cinta adalah anugerah yang diliputi kebaikan. Segala sesuatu yang dikira cinta namun tidak melibatkanNya, rasanya tak pantas disebut cinta. Karena hal baik yang dicapai dengan cara buruk tetaplah keburukan dan hal buruk yang dicapai dengan cara baik pun tetaplah keburukan. Sedangkan cinta adalah segala sesuatu yang begitu mulia tanpa hadirnya keburukan.
Cinta sama sekali bukan sesuatu yang dapat kau bayangkan. Kau masih mungkin membayangkan dirimu dalam kesedihan, atau dalam suatu kesenangan, namun mustahil dapat membayangkan dirimu terbuai dalam lautan cinta. Cinta, cinta dan cinta. Aku tidak pernah percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama, kau tahu kenapa? Karena tidak ada cinta yang benar-benar cinta, tanpa mengenal yang dicintainya. Tertarik ataupun suka pada pandangan pertama itu mungkin, tetapi cinta ? ah, tentu saja tidak. Dan kisahku ini telah membuktikannya.
Aku sudah mengenalnya sejak lama, sejak aku duduk di bangku sekolah dasar. Aku banyak melalui hari-hariku bersamanya. Tetapi, aku tidak pernah benar-benar mengenalnya. Aku tidak mengerti kebaikannya, kekhususannya, maupun hal-hal lain yang memungkinkan aku untuk jatuh cinta padanya.
Ketika aku tumbuh dewasa, aku semakin sering mendengar tentang keutamaan-keutamaannya. Tetapi aku tidak pernah percaya ataupun menganggap semua itu nyata. Banyak yang menjelaskan dan mengatakan kemuliaannya, namun bagiku itu hanya bagai angin lalu karena aku belum mampu merasakan apapun padanya.
Mungkin ini yang disebut takdir, bahwa pasti ada masa untuk segala hal, bahkan untuk rasa cinta terhadap sesuatu. Selama ini aku hanya mendengar dari orang lain, tanpa mencari tahu dan berusaha untuk mengerti lebih lanjut tentangnya. Selama ini aku terlanjur sudah berkeyakinan, bahwa sebenarnya itu hanya hal biasa yang dibesar-besarkan oleh sebagaian kecil orang. Aku tumbuh dengannya, namun tanpa adanya rasa.
Tetapi seiring berjalannya waktu, semua mulai berubah adanya. Entah bagaimana yang pasti awal mulanya, hingga kini aku jatuh cinta padanya. Semua itu tidak terjadi begitu saja dengan serta merta, namun membutuhkan proses yang tak terencana namun nyata. Mungkin karena aku mulai percaya tentang kebaikannya, kala yang menyampaikan juga orang-orang yang juga makin aku percaya. Awalnya aku hanya coba-coba, untuk menjalaninya dengan sedikit lebih dengan rasa. Aku yang nyatanya mulai jauh darinya, juga memulai lagi untuk menghampirinya dengan cara dan rasa yang sedikit lebih berbeda. Dan ternyata benar yang kudengar selama ini, aku merasakan hal yang semula hanya kuanggap angin lalu dan mustahil untuk kurasakan. Ketika ia mulai menjadi alasan untuk senyumku, salah satu penghibur hatiku dan obat bagi kegelisahanku. Aku selalu beranggapan, bahwa luka atau beban dari suatu masalah hanya akan sembuh dan hilang dari cara yang sama seperti luka itu datang, namun ia menggugurkan anggapan lama ku itu. Kau tahu kenapa ? karena entah apa masalah dan bebanku, semua terasa jadi jauh lebih ringan karenanya. Hatiku yang gelap rasanya terang kembali. Semangatku yang pudar rasanya penuh kembali. Pikiranku yang kacau rasanya pulih kembali. Dan semua itu karenanya. Dari situ aku mengerti, bahwa inilah yang disebut mereka sebagai “cinta”.
Apa kau mengerti siapa yang sedang kubicarakan ? seorang kekasih atau lainnya? Bukan, aku tidak sedang bicara tentang “siapa”, tetapi “apa”. Aku tidak sedang membicarakan seseorang, tetapi sesuatu. Mungkin kini kau akan menganggapku tidak waras, namun ya inilah kenyataanya. Aku jatuh cinta pada duduk dan menghadiri majelis-majelis ilmu dan majelis kebaikan lainnya. Aku jatuh cinta. Sejak kecil aku sudah mengenalnya, aku habiskan banyak waktu di sekolah belajar ilmu agama, tetapi aku belum benar-benar mengenal kekhususannya sehingga belum terasa ni’matnya. Namun seiring berjalannya waktu, aku semakin sering mendengar mengenai keutamaan hadir di majelis ilmu. Guru-guruku banyak mengatakan mengenai kemuliaannya, namun tetap saja aku belum mampu benar-benar merasakannya. Aku sempat dipisahkan, karena aku tidak lagi bersekolah di sekolah islamku dulu. Namun ternyata perpisahan itu, justru membuatku rindu dan penasaran dengan kata-kata guruku.
Lalu aku mulai melangkahkan kakiku untuk mencari, berusaha hadir dan mendengar. Aku membuka lebar hatiku untuk merasakan segala yang mampu dirasakan di tempat-tempat mulia itu. Dan kini, aku jatuh cinta. Kau tahu apa yang aku pikirkan dan rasakan ? duduk bersama dengan orang-orang yang bahkan ketulusan mampu terpancar jelas dari matanya, yang begitu bersemangat menggali luas ilmuNya. Betapa kecilnya aku ternyata, betapa beruntungnya aku dapat duduk diantara mereka, dan disitu pula kutemui nilai dari silaturahmi. Lalu pengajaran dari guru-guru yang begitu tulus, yang menyampaikannya berangkat dari hati maka akan sampai pula ke hati. Dan lisannya terdengar semangat untuk menyadarkan, untuk menggugah keimanan dan untuk menebar benih cinta kepada Allah dan RasulNya. Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka memanglah mulia. Yang mewarisi ilmu Nabi SAW, maka ketulusannya dapat kau dengar dan kau rasa. Semakin tinggi ilmunya, semakin mereka merasa rendah dan kurang, bukan justru menganggap dirinya paling mulia. Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta ? bait-bait do’a tak pernah luput untuk dilantunkan, karena katanya tempat mulia menjadi syarat lebih terkabulnya doa. Semua itu mengundang rindu, semakin mengundah rindu pada keindahan dari kekasihNya, Nabi besar Muhammad SAW. Saat ajarannya disampaikan, sunnahnya dikibarkan dan shalawat padanya dihaturkan, maka bagaimana bisa aku menolak untuk jatuh cinta? Apa aku berlebihan ? awalnya aku juga berpikir begitu bagi orang yang merasa telah mencicipi besarnya kenimatan menghadiri majelis-majelis yang demikian. Namun tak lagi setelah aku mencicipi sendiri bagian dari kelezatannya. Aku belum mampu untuk mendedikasikan hidupku untuk hal ini, karena segala keterbatasanku sebagai manusia biasa. Aku masih kosong dan tidak mengerti apa-apa. Aku baru saja benar-benar mengenal dan masih berusaha menjalaninya. Namun aku sangat percaya, bahwa terdapat tanganNya pada segala hal baik di dunia.
Aku percaya pada rencana dan kuasa Nya. Aku mencintai dan jatuh cinta hanya karena Nya. Aku sebagai manusia begitu terbatas, namun itu bukan alasan untuk berhenti mengejarnya. Banyak yang beranggapan bahwa menghari majelis-majelis ilmu hanya sebatas kewajiban yang harusnya hanya dengan mudah didapat, namun nyatanya ini adalah suatu hak yang harus kita perjuangan. Ini merupakan sesuatu yang harus kita cari dan dapatkan, karena ini adalah suatu kebutuhan. Maka hanya kepadaNya aku meminta segala bentuk kemudahan, baik yang dhohir maupun yang batin. Hanya kepadaNya aku bersyukur, karena telah diizinkan mencicipi ni’mat besar dari arah yang tak pernah kusangka. Kepada kekasihNya pembawa risalah yang mulia, semoga shalawat dan salam selalu dihaturkan kepadanya, karena melaluinya, kita dapat mengenal dan merasakan semua cinta dan kasihNya. Semoga semua kebahagiaan yang mungkin ada di dunia ini dan di akhirat kelak, dilimpahkan kepada mereka-mereka yang berdakwah di jalanNya dan juga kepada semua yang berusaha menggali ilmuNya. Semoga hati ini dipenuhi dengan cinta kepadaNya, RasulNya dan para waliNya <3
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment